Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2013

HALF VAMPIRE - Keraguan

Aku melangkah memasuki aula bersama Dev dan mendapati aula beberapa sosok yang tidak aku kenal. Kebanyakan dari mereka membentuk kelompok kecil, tiga atau empat orang. Berbicara dan menikmati sesuatu dalam gelas-gelas kristal di genggaman tangan mereka. Kebanyakan tak menghiraukan aku dan Dev ketika kami bergabung ke ruang ini, memang ada yang menoleh tapi sekedar saja sebelum kembali dengan kelompok kecil lainnya. Kuduga mereka tidak tahu aku ini calon ratu klan ini, lagipula menurut Dev, sejak awal saat pelarian kami dari kastil Heta. Bauku mungkin sudah sedikit mirip vampire meskipun aku tidak tahu mirip di aroma yang seperti apa. Aku tidak bisa membedakannya. Dev membawaku pada satu kelompok kecil di depan perapian yang apinya menyala kecil. Mereka hanya terdiri dari tiga vampir, dua laki-laki dan satu perempuan.
Dev menyapa mereka, dan ketiganya membalasnya dengan ramah dan membiarkan kami duduk bergabung bersama mereka. Tidak heran jika ketiganya mengamatiku karena aku juga pasti …

HALF VAMPIRE - Karena Kau adalah Kau

Seharian ini aku menghindari Damis. Agak sulit memang, tapi aku berhasil melakukannya sampai malam menjelang. Aku bersyukur karena Rosse maupun Russel belum kembali. Karena menghindari Rosse jelas tidak mungkin bagiku. Aku menyayangi dan menghargai Rosse. Karena dia demikian baik padaku sejak awal sampai akhir. Setidaknya dia mempercayaiku sebagai calon pengganti ratu. Sebagai aku yang kelak akan menjadi ratu klan ini seperti yang sekarang sedang dirasakannya.  Aku memandang bulan yang cahayanya memudar karena terkurung oleh awan-awan hitam yang berarak di langit malam. Aku duduk di bersandar di tembok kastil dengan memeluk lututku. Aku hanya ingin sendiri saat ini jadi aku memilih tempat terpencil dan duduk seperti orang tersesat yang putus asa dengan mata sembab, merah dan kulitku jadi pucat. Jelas penampilanku saat ini sangat berantakan. Tapi aku tidak  peduli. Sekali lagi kutekankan aku TIDAK peduli. Aku memeluk lututku makin erat saat kurasakan udara yang makin dingin. Aku merapatka…

HALF VAMPIRE - Penglihatan

Rosse dan Damis justru pergi lebih dulu sebelum aku, Lyra dan Dev berangkat. Aku tidak protes. Dari sikap mereka, aku tahu ada sesuatu yang penting yang harus mereka kerjakan. Ah ya aku juga ingat sama sekali tidak melihat Reven akhir-akhir ini. Aku, Dev dan Lyra berdiri di depan kastil sambil memandang langit yah yang tentu saja masih agak kelabu. Ingatkan disini jarang sekali ada matahari. “Ah iya, Rena. Biar ku jelaskan disini. Aku tidak mau berlelah-lelahan dengan berjalan ke arah  rumahmu. Dan kau juga perlu tahu bahwa Rosse tidak ingin kita sampai bermalam disana karena situasi dan kondisinya juga tidak memungkinkan. Karena menurut pengamatan dan penyelidikan kami, beberapa slayer atau...” Aku melirik Dev yang sedari tadi hanya diam dan sama sekali tidak memandangku. “..... heta nampak berkeliaran disana. Kau masih dianggap buronan disana. Ingat!!” “Ya” aku mengangguk. Aku buronan untuk klanku sendiri. “Lalu bagaimana kita kesana?” aku bertanya berusaha mengabaikan Dev yang juga menga…