Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

Another Story - Tugas

Aku tidak suka kastil ini. Hawa dan aura yang terpancar dari sana jelas di luar apa yang bisa didefinisikan manusia sebagai kebahagiaan. Kastil ini terlalu gelap dan tertutup dalam artian lain. Entahlah, aku hanya tidak suka berada disini. Namun yang jelas, sekarang aku harus masuk ke dalam bangunan sangat tua ini dan menghadapi apa yang akan diberikan padaku sebagai tugas. Di depanku, Michail melangkahkan kakinya dengan ringan. Kami sudah lama melepaskan jubah kami dan menyampirkannya di lengan kami sejak kami mulai memasuki kastil. Lagipula apa yang bisa diharapkan, ini sudah petang dan jika masih siang pun, aku curiga tidak pernah ada tanda-tanda sinar matahari mampu menembus kabut-kabut dingin yang tebal di sekitar tempat ini. Bau hujan dan kelembaban memenuhi hidungku dan aku sangat ingin mencoba untuk bersin. Sekedar mencoba merasakan gaya hidup manusia, maksudku, yah akukan tidak bisa sakit. Aku menahan tawaku ketika mendadak Michail berputar mendadak, “Eh.” “Dev, tunggulah disi…

Half Vampire - (Menuju) Perubahan

Hey.. heyy.. aku edit postingan ini hanya untuk menyapa kalian semua. Banyak yang bertanya melalui twitter maupun wattpad, kenapa HV belum juga diupdate, janjinyakan seminggu sekali. Hehehe. Jadi aku akan menjawabnya disini.
Maafffff, seminggu ini aku sangat sangat sangat sibuk. Kuliahku penuh dan aku dibanjiri tugas-tugas yang-astaganagabonarjadidua susahnya- abaikan, ini lebay. Tapi yah, sedikit banyak begitulah alasan. Niatnya sih mau aku upload hari Sabtu. Tapi aku lupa kalau hari itu aku harus ke Malang. Jadi yah, baru Minggu siang aku bisa upload chapter ini. E...tapi tapi, ini masih dalam satu minggukan? Jadi aku tidak ingkar janji. Hahaha *pembelaan diri*
Emm btw chapter ini kudedikasikan buat temanku yang hari ini sedang ulang tahun. テレシアちゃん 誕生日 おめでとう。テレちゃんの願いが かなうように。
Dan yuk, kembali ke kisah Sherena. Selamat membaca. Salam peluk buat kalian semua.


amouraXexa
***


“AKU TIDAK MAU TAHU!! APAPUN YANG TERJADI TEMUKAN DIA!!” Suara Morgan mengelegar memenuhi ruangan ini. Kemarahan jelas…

XEXA - Kisah

Dave menghela nafas panjang dengan wajah tidak tenang, dia duduk di tepian tempat tidurnya yang merapat dinding. Menempelkan sebagian wajahnya ke jendela besar yang berembun. Matanya memandang kosong ke arah hutan Zhitam yang hanya nampak seperti siluet kegelapan yang menguarkan hawa menakutkan bagi kebanyakan orang, tapi tidak padanya. Dia sudah terbiasa dengan aura hutan Zhitam dan tidak pernah merasa terganggu dengan hutan itu. Hanya saja dia memang tidak nyaman jika berada terlalu lama disana. “Kau mau memandangi hutan itu sampai pagi, Dave.” Hanya helaan nafas Dave yang terdengar sebelum dia berbalik dan melihat seorang anak laki-laki seusianya sedang duduk dengan kaki tersilang di atas salah satu kursi empuk yang ada di ruang tidurnya yang sangat luas, “Pergilah, Memnus. Aku tidak ingin diganggu.” Tepisnya, kembali menempelkan sebagian wajahnya ke jendela. “Aku tidak bisa pergi kalau penyihir pemilikku sepertinya sedang kalut seperti ini. Aku tahu kau mengkhawatirkan banyak hal, ha…

Half Vampire - Ego

Aku benci mengakui bahwa aku sama sekali tidak bisa berpikir jernih akhir-akhir ini. Kematian Dev adalah sebab utamanya. Aku benar-benar tidak tahu harus bertindak bagaimana menghadapi kejadian tak terduga ini. Dev? Dia..  aku selalu kehilangan kata-kataku ketika aku kembali memikirkan ini. Aku mencoba berpikir bahwa Dev baik-baik saja. Dia tidak pernah mati. Vampire makhluk abadi bukan? Jadi Dev abadi bukan? Dia.. dia tidak akan mati. Lagipula aku tidak pernah melihat jasad Dev, jadi bisa saja tidak terjadi apapun padanya. Bisa saja Dev tidak mati. Mungkin saja petanda yang dirasakan Lyra dan seluruh keluarga Corbis adalah petanda yang salah. Dev tidak mati. Tidak. Mungkin saja Morgan cukup berbaik hati untuk tidak membunuh Dev dan hanya menangkapnya. Ya, itu lebih baik. Morgan menangkap Dev dan Dev tidak mati. Dia baik-baik saja di desa Morgan dan menunggu untuk diselamatkan. Dev sudah mati, Rena. Kau tidak bisa terus menerus mengingkari kenyataan itu. Deverend Corbis sudah mati. Tida…

Sebuah Kisah Lain Tentang Deverend Corbis

Halo semua pembaca blog-ku.. Aku membawa kabar gembira akhir pekan ini untuk kalian semua. Aku sedang menulis kisah tentang Dev untuk mengobati rasa sedih kalian semua yang kehilangan dia. Well, aku tidak tahu kalian akan suka cerita ini atau tidak, apa kalian kalian akan tertarik membacanya atau tidak? Jadi, berikan komentar kalian di postingan ini dan aku akan sangat senang melihat bagaimana pendapat kalian jika aku mempostingnya disini juga, makin banyak komentar, aku akan makin bersemangat untuk proyek “Another Story” ini. Jadi.. aku tunggu pendapat, komentar atau apapun itu di postingan ini ya. Terima kasih untuk tetap membaca cerita-ceritaku, sudah sering kukatakan bukan, kalian adalah semangat dan jiwaku untuk bisa terus menulis dan mengembangkan kemampuanku. I love you all... Astaga, aku juga lupa.. aku berikan prolog ceritaku itu disini ya. Selamat membaca dan... jangan lupa berikan komentar. :D amouraXexa
***
ANOTHER STORY - PROLOG
“Suatu ketika, disaat cinta menyentuhmu sampai k…

HALF VAMPIRE - Perlindungan Terakhir

Aku berlari tanpa tahu arah mana yangkutuju. Yang ada di kepalaku hanya berlari, mengejar Maurette. Akhirnya aku tahu makna tatapannya, aku tahu makna di balik senyumnya itu. Makna yang juga dikatakannya secara tersurat, balas dendam. Tidak. Tidak boleh. Apapun yang ada di kepala Maurette, dia tidak boleh melakukan apapun yang membahayakan penduduk biasa. Tidak. Aku tidak akan memaafkannya.
“Sherinn!!”
Aku berhenti, menatap dengan kelegaan yang sangat besar ketika melihat sosok Morgan berlari ke arahku.
“Apa yang kau lak-?”
“Morgan-Morgan tolong, tolong..” aku gemetar. Wajahku pucat ketakutan.
“Kau baik-baik saja?” Morgan menyentuh kedua lenganku.
Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat, “T-tolong..” aku kehilangan kata-kataku. Tubuhku gemetar begitu hebat. Morgan menatapku dengan bingung dan tak paham.
“Sebaiknya aku mengantarmu pulang. Dan jangan pergi keluar lagi. Situasi sedang sangat buruk, Sherinn. Tercium bau vampir yang sangat kuat. Rupert sedang mengecek di ruang interogasi, adakah k…

SELAMAT ULANG TAHUN!!!

SELAMAT  ULANG TAHUN! SELAMAT ULANG TAHUN!!


Haloo semua pembaca blog-ku. Aku sebenarnya terlambat memposting ucapan selamat ulang tahun ini. Harusnya ini sudah aku posting pada tanggal dua kemarin, tapi karena aku sedang mengurusi bapakku yang diopname di Rumah Sakit, aku bahkan lupa kalau hari itu hari ulang tahunku.
Hahahhha.
Yup ini benar, ucapan selamat ulang tahun ini untuk diriku sendiri.
HAPPY BIRTHDAY TO ME!!! HAPPY BIRTHDAY, RIA!!


HALF VAMPIRE - Permintaan Terakhir Noura

Hallo semua pengemar HV. Maafkan aku terlambat mengupload chapter baru dari HV. Aku sedang sibuk sekali karena harus mengurus Bapakku yang sedang diopname. Jadi aku tidak bisa fokus pada HV. Aku minta doanya pada kalian semua ya, agar bapakku cepat sembut. Ah iya, terima kasih untuk semua komen yang masuk, aku belum bisa membalasnya dalam waktu dekat ini. Setelah keadaan bapakku mulai sedikit membaik, aku akan meluangkan waktu untuk membalas komen kalian semua. Terima kasih karena tetap menyukai cerita ini. Kalian adalah semangatku. Peluk amouraXexa -------------------------- “Sherinn..” “Morgan..” Mata kecoklatan Morgan menatapku. Aku membeku, seolah menemukan mata yang bersinar tanpa belas kasihan, yang dengan sadisnya memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Lucius. Mendadak aku merasa muak dengan Morgan. Aku beringsut menjauh, “Apa yang kau lakukan disini?” bentakku penuh marah. Morgan mengerjapkan matanya beberapa kali, mengusir sisa kantuk yang sepertinya masih menempel di dirinya, “Ak…