Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2013

Malaikat Hujan

Aku menggeliat merasakan dingin di tubuhku. Melalui kedua bola mataku yang belum sepenuhnya terbuka, aku melihat hujan turun dengan deras di balik jendela kaca bening di kamarku, “Nuna, jam berapa ini?” tanyaku sambil menyingkirkan tangannya yang melingkari pinggangku. Tidak ada jawaban dan aku melihat Nuna masih meringkuk nyaman di sampingku. Aku tersenyum dan mengecup dahinya. Aku memang selalu bangun lebih awal darinya. Aku memandang hujan dan diam selama beberapa saat. Mendadak aku teringat sesuatu dan dengan cepat aku melirik jam digital sekaligus kalender di atas meja kecil di samping tempat tidurku. 05.45 AM, 30-11-2013. Mulutku terbuka lebar menyadari hal tersebut. Dengan cepat aku berbalik, menatap Nuna dan menyentuh bahunya, “Nuna..Nuna.” panggilku bersemangat. “Mmm.” Nuna hanya menggeliat dan makin merapatkan tubuhnya padaku. Aku tersenyum geli. Nuna selalu seperti ini. Tapi sekarang tidak boleh, aku harus membangunkannya, “Hi, sleeping princess. Wake up, please.” Aku menangk…

Half Vampire - Victoria Lynch

Haloo semuanya, HV datang lagi. LOL. Emm, ini sebenarnya versi lengkapnya chapter sebelumnya, jadi aslinya ini dan chapter sebelumnya adalah satu kelompok chapter yang judulnya "Balas Dendam" tapi karena aku tidak bisa menyelesaikan mengedit chapter ini bebarengan, jadinya diupload misah. Karena jika menunggu lengkap, kalian mungkin baru akan membaca new chapter HV sekarang. Hehehe. Well, aku ingin sedikit menjelaskan disini. sepertinya aku harus mengubah aturan yang kutetapkan untuk diriku sendiri tentang wkatu pengupload-an HV, Xexa maupun Another Story. Karena akhir-akhir ini aku benar-benar sangat sibuk, sepertinya aku tidak akan bisa menepati janji tentang seminggu sekali upload HV. Jadi mohon pengertiannya ya. Tapi tenang saja, aku akan mengupload HV ketika aku punya kesempatan mengedit draft-nya dari laptopku yang sebenarnya disana, kisah ini sudah selesai. Terima kasih buat kalian semua. Salam peluk @amouraXexa
***
“Apa yang kau ketahui tentang Victoria? Katakan padaku sega…

Ini pohon untukmu. Ini pohon milikmu.

Aku mencoba menulis ini untuk memberimu gambaran apa yang sebenarnya terjadi diantara kita. Aku menulis ini agar membantumu mengerti bagaimana sesungguhnya perasaanku padamu. Aku menulis ini agar kau tahu seperti apa aku menyukaimu. Agar kau mendengar jutaan kata yang tak pernah bisa kuutarakan langsung padamu. Agar kau membaca.. membaca bagaimana sesungguhnya aku. Aku mencintaimu. Kau tahu itu. Kau tahu dan itu cukup. Hanya sebuah ketahuan yang kau kubur dan tak pernah ada tindakan untuk mneyikapi segalanya. Aku mengerti. Aku tidak pernah berusaha menuntut banyak darimu. Tidak. Aku sudah cukup memahami untuk tahu seperti apa dirimu. Namun kali ini bacalah ini dan aku berdoa agar kau mau mengerti. Sekali lagi kutuliskan untukmu, hanya untukmu, satu kalimat. Aku mencintaimu. Satu cinta. Satu perasaan. Dan ya, aku CUMA punya itu. Ini adalah cinta. Kau pernah berkata padaku bahwa kau tak tahu apa itu cinta ketika kukatakan padamu aku mencintaimu. Maka sekarang aku akan membuatmu tahu. Aku …

Sountrack Hari Ini

Entah kenapa akhir-akhir ini suka banget dengerin lagunya Maroon 5 yang BETTER THAN WE BREAK. Entahlah, ada sesuatu dalam lagu ini yang membuatku merasa nyaman mendengarnya. Ada banyak bagian yang rasanya dekat denganku. Mungkin memang ada beberapa liriknya yang terasa, “Wah ini aku banget.”. Hahaha. Seringkali memang kita merasa seperti itu ya, ketika kita mendengarkan sebuah lagu. Jadinya terasa lebih gimana gitu, and yeah, i got it in here.

Xexa - Pesta

“Jadi apa yang akhirnya membuatmu mau melakukan itu?” Ares meletakkan buku sihir tebal yang sedari tadi sedang dibacanya ke pangkuannya. Dave memejamkan mata di sampingnya, duduk bersandar di pohon yang sama yang sekarang juga sedang disandarinya. Angin berhembus lembut menerpa wajah mereka. “Entahlah, kupikir aku sudah terlalu banyak membuat Azhena kerepotan karena masalah ini.” Jawab Dave tanpa membuka matanya. “Kau memikirkan ibuku? Tidak masuk akal.” Dave membuka matanya dan menoleh beberapa detik ke arah Ares, “Bahkan kau juga mengatakan hal yang persis sama seperti yang Memnus katakan kepadaku.” Ares tersenyum, “Setidaknya kami mengatakan sesuatu yang benar. Anilamarrymu itu pasti juga mengerti dirimu dengan sangat baik.” “Ya, mungkin kau benar. Tapi selain itu, aku juga tidak bisa menghindar terlalu lama. Menjadi Mahha adalah tanggung jawabku dan aku, mau tidak mau harus tetap melakukannya.” Ares mengangguk, namun tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap ke arah danau Merivor yang bera…

Half Vampire - Janji

Haloo semua pembaca HV. Maaf.. Maafkan karena aku mengupload chapter ini dengan sangat terlambat. Kesibukkan kuliah menahanku untuk menyentuh naskah HV yang cuma tinggal ngedit aja. Seminggu penuh ini aku disibukkan dengan presentasi-presentasi yang @$%&#^&%^%#^&**@*@%%. *Sensor* LOL. Aku menyempatkan mengedit HV di chapter ini di sela-sela bikin presentasi Chukyu Sakubun buat besok, ini bukan chapter full sebenarnya. Namun kuharap ini bisa sedikit mengatasi rasa penasaran kalian kepada kisah Sherena dkk.  Yahh.. aku tidak akan banyak nulis oot lagi dan selamat membaca kalian. Ah iya satu lagi, terima kasih untuk semua dukungan kalian. Terima kasih telah menyukai HV. Terima kasih sangat. Kalian semangatku.  Salam peluk @amouraXexa
***
Aku hanya terdiam, ikut begitu saja ketika Reven membawaku pergi dari ruangan itu dengan melewati Damis yang sama sekali tidak mencegah kami. Reven membawaku ke ruangan pribadiku dan membiarkan aku duduk di tepi tempat tidurku dengan semua pikiran …

Another Story - Perkenalan

Aku memandang kastil besar yang berada cukup jauh dari tempatku sekarang berdiri. Dari sini aku hanya bisa melihat puncak kastil yang menjulang. Jadi disana, pikirku singkat, aku akan menghabiskan entah berapa lama waktuku. Jubahku terselubung rapat karena matahari bersinar sangat terik di atas kami. Ya, kami. Aku dan Reven. Hari ini adalah hari dimana aku akan memulai tugas pertamaku. Sudah beberapa menit kami berdiri disini dan menunggu. Aku benci menunggu. Dan sekarang aku bahkan tak tahu apa yang sedang kutunggu karena Reven tak mengatakan apapun setelah kalimat pemberitahuannya bahwa kami akan menunggu. Dia menyebalkan, sangat. Lima belas menit kemudian yang bagiku rasanya seperti setahun, sebuah bayangan hitam dengan cepat berkelebat di samping kami. Aku tidak menoleh karena aku rasanya sudah tahu siapa itu. Dia mengambil tempat di samping Reven dan mendekat kepadanya, berbisik sepelan yang dapat dilakukannya agar aku tidak dapat mendengar apa yang dia katakan kepada Reven. Aku ti…

Beranjak*

Pernah ketika dulu aku berpikir jika aku tidak akan pernah beranjak dari tempat ini. Aku akan tetap disini dan menatap satu arah, hanya padanya. Aku akan tertinggal di jalan ini dan hidup bersama kenangan masa lalu. Aku akan jauh berada di belakang ketika yang lainnya berlari bersama masa depan mereka. Pernah, ketika dulu, aku berpikir seperti demikian. Namun nyatanya sekarang aku memilih beranjak. Memulai langkahku untuk meninggalkan tempat ini sesenti demi sesenti. Meskipun sangat lambat tapi aku tahu bahwa aku melangkah. Bahwa aku melakukan sesuatu dan bukan hanya diam seperti yang kulakukan selama ini. Aku melangkah. Sambil terus memandang ke bawah hanya agar aku bisa melihat kakiku yang menapak ke depan. Sedikit sedikit, tapi aku begitu bahagia. Ini pembaharuan. Ini sebuah langkah awal yang sangat jauh dari apa yang dari dulu kupikirkan. Lihat.. aku.. move on. Sebelum ini yang aku tahu waktu berlalu dan aku menghitungnya dalam rentang sekitar dua puluh empat bulan sejak hari dimana …

Half Vampire - Pergerakkan

Haloo semuanya.. Akhirnya.. akhirnya.. setelah dua minggu yang begitu panjaaang. Taraaa.... tak banyak kata lain dan. Selamat Membaca..
***
Sesuatu yang buruk sedang terjadi. Dan disini, masih di dalam ruangan yang sama tempat abu Russel tercecer, aku melihat Lucia datang dengan wajah melebihi pucatnya mayat. Dia mematung di antara pintu yang terbuka dan tubuhnya gemetar. Kami semua memandangnya. Tapi tak satupun dari kami yang berbicara. Aku tidak benar-benar tahu kalimat penghiburan apa yang cocok kukatakan untuk situasi ini. Maksudku, aku benar-benar tidak tahu. Pikiranku dipenuhi spekulasi-spekulasi buruk dan melihat mata Lucia yang berkaca-kaca, aku bahkan tidak bisa memikirkan hal yang baik sedikitpun. Aku lebih memilih melihat Lucia yang sinis daripada Lucia yang kulihat sekarang. Dia terlihat kacau. Dia melangkah dengan gemetar, masuk ke dalam ruangan. Berlutut dengan perlahan di depan abu Russel. Jemarinya yang lentik meraih abu yang ada di dekatnya, meraupnya dengan kuat seolah …