Skip to main content

Apply Visa Bundesfreiwilligendienst


Hallo,

Gue nih, tapi sorry ya postingan kali ini bukan tentang chapter baru Remember Us atau Xexa. Btw, serius guys, saking lamanya draft dua cerita ini ngendap di Fire HD gue, gue sampe lupa gimana jalan ceritanya. Ah, sial sial, ngomongin soal nulis malah bikin makin down.

Ngomong-ngomong gue lagi pengen curhat dikit tentang betapa ribetnya apply visa Jerman. Serius duarius, selalu banyak makan ati, banyak-banyak ngehela dan narik nafas dalam-dalam dan bad-mood kalau udah urusan sama dokumen-dokumen melelahkan ini.

Jadi ceritanyakan gue mau apply visa Bundesfreiwilligendienst di kedutaan Jerman di Wina. Semua dokumen asyiknya uda beres. Kontrak kerja, segala macam sampai SKCK dari kepolisian Austria juga uda diurus, tinggal bikin janji dan apply visa. Masalahnya... Bikin janji buat apply di sini itu.... Masya Allah, susah. Lebih susah daripada bikin janji apply visa di kedutaan Jerman di Jakarta. Dari minggu kemarin ngecek dan semua sudah full-booked (macem tiket pesawat dan hotel di musim mudik) sampai bulan Agustus. Astaga astaga.. terus apa kabar sama kontrak kerja gue? Sadis, dari Juni, Juli, Agustus, ngga ada yang kosong.

Nangis-nangis gue hari ini sambil ngirim email ke kedutaan Jerman di Wina. Ngga ada beberapa jam akhirnya dapat balasan dari mereka, kayak gini :

Intinya mereka bilang emang ngga ada janji kosong sampai Agustus. Tapi gue disuruh cek web mereka sering-sering, siapa tahu ada yang batalin janji mereka dan gue bisa ambil tempatnya. Masalahnya ngga ada yang bisa jamin, iya kalau emang ada yang batalin, kalau engga? Balik ke Indonesia dong???

Aaaarrggg!! Serius jangan dulu. Gue emang ngga pengen menetap selamanya di Eropa, tapi gue punya banyak kewajiban dan tujuan yang belum tercapai di sini. Gue gak bisa balik dan gak boleh balik ke Indonesia dulu.

Tapi kalau gue ngga apply visa dekat-dekat ini, gue ngga bisa ambil kerjaan gue di Jerman yang mulai per tanggal 4 September di salah satu Kindergarten (Taman Kanak-Kanak) di München. Proses dari apply visa sampai jadi, bisa sampe 2 bulan. Dan notabene sekarang (atau besok) udah bulan Juli.

*nangis di pojokan*

Oke skip, nangis ngga menyelesaikan masalah. Jadi gue musti punya plan B buat cadangan kalau (jangan sampe, Ya Allah, gue mohon) ngga dapat janji buat bikin visa di kedutaan Jerman di Wina. Well, akhirnya memutuskan kalau gue harus ngeaupair lagi (lain kali gue jelasin tentang bagian ini, oke?). 

Tapi dimana?

......

Netherlands dan Belgia? Oke fix. Ambil yang paling gampang. Setengah tahun aupair di salah satu negara itu, lalu apply langsung visa buat Ausbildung di Jerman (tujuan utama Jerman).
Oke. Plan B : FIX.

Sejujurnya, ngenes ngebikin plan B kayak gini. Tapi gue gak bisa stuck sama satu rencana yang gamang. Gue gak bisa. Sejak dulu kayak gitu. Kayak awal apply visa aupair ke Austria, gue juga punya plan B soalnya gue juga ragu apa gue bisa lolos bikin visa atau enggak. Notabene bulan-bulan itu gue lagi dikejar sama deadline skripsi. Antara gue bisa lulus dari Unair ngga atau gue bisa bikin visa ke Austria ngga?

Dan sekarang, terulang lagi.. sama kaya dulu. Gue juga berharap kali ini gue gak perlu pakai plan B gue. Gue udah terlanjur jatuh cinta sama (calon) tempat kerja gue di München dan sama rencana-rencana gue selama di München entar (oke fix, gue emang orangnya seneng bikin rencana). Minta doanya ya, guys

Serius deh, kalau nanti gue bisa bikin visa Bundesfreiwilligendienst gue, dan dapat itu visa tepat waktu, gue bakal lebih hati-hati sama urusan visa. Dan mungkin gue bakal kirim-kirim kartu pos dari München ke beberapa dari kalian secara acak. Gue tahu kalian mampir ke blog gue buat ngecek apa RU uda ada chapter barunya apa belom, tapi please, ngga ada salahnya kan lo juga ngedoain gue (desperate). Serius, guys, gue selalu percaya keajaiban doa. Gue tadi udah SMS ke orangtua gue, ngga nelpon karena di Indonesia sekarang masih pagi buta, buat minta doa sama mereka biar gue bisa dapat janji buat bikin visa di kedutaan Jerman di Wina. Orangtua gue, keluarga gue, sahabat-sahabat gue, dan lo semua, semua doa kalian. Terima kasih. Apalah gue tanpa kalian (sedaaap).

Ketjup,

Comments

  1. Waahhh....
    Keep fighting kak...
    Kita disini yg always ngebaca cerita kk pasti sllu support dan ngedoain kk...
    Smga smuanya dilancarkan ALLAH SWT.
    aamiiinnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Rosa,
      Terima kasih ya doanya. Terima kasih banyak. :))

      Delete
  2. Semoga ada yg ngebatalin, jadi bisa urus visa cepet2, dan kl semuanya lancar, bisa dong update RU nya, heh heh

    ReplyDelete
  3. Semangat terus kakak semoga semuanya lancar lancar ajah. Kita pasti ngedoain kakak kok disini. Gapai terus cita citamu. We loves you 😘

    ReplyDelete

Post a Comment

Menulis, Mendengarkan, Mencintai dan Berbicara

Popular posts from this blog

Half Vampire - Epilog

Akhirnyaaaa... aku bisa memposting Epilog Half Vampire. Ah aku lega dan juga sedih. Ini artinya perpisahan untuk Reven. Bagaimana ya? Aku tidak bisa kehilangan si duta anti move on yang satu ini. Tapi..tapi cerita ini harus berakhir. Memang begitu. *pasrah* Astaga astaga.. aku punya ide. REMEMBER US. Aku akan menulis short story tentang tokoh-tokoh HV. Siapapun dan dalam waktu yang berada di HV atau mungkin sebelum dan sesudah HV. Bisa saja minggu depan aku posting REMEMBER US : Rena – Reven. Cerita tentang bagaimana kisah mereka setelah HV selesai. Mungkin bakalan banyak adegan romantis. Muahahahhahaa *evil laugh* Abaikan. Kurasa aku tidak jago menulis cerita romantis. Mungkin jatuhnya aneh. Hahahha. Pokoknya REMEMBER US, isinya cerita-cerita tokoh HV. Nantikan ya.. bisa saja itu kisah bahagia Rena-Reven, atau malah kisahnya Reven-Noura. Mungkin Damis-Lyra juga menarik. Mereka pasangan yang unik. Oh oh tidak. Aku bicara banyak sekali. Baiklah.. langsung saja ya. Selamat membaca.. Salam @am…

Half Vampire - Berpisah

Halooo semuanya. Maaf membuat kalian menunggu lama untuk chapter terakhir yang sepertinya akan... emmm mengecewakan ini. Entahlah, aku hanya ingin membuat akhirnya jadi begini. Hahahahha. Well, tinggal epilog dan kita benar-benar akan berkata, "Selamat tinggal HV." Terima kasih untuk dukungan kalian, para pembaca, selama ini. HV, blog ini, dan aku.. bukan apa-apa tanpa kalian. Support terus dengan baca karya-karyaku yang lain ya dan tentunya, jika kalian mau, kalian bisa meninggalkan jejak dengan berkomentar di sini. So, happy reading all. :)) @amouraxexa

Half Vampire - Dua Kekuatan

Well, satu chapter tersisa dan sebuah epilog.  Kita semakin dekat menuju perpisahan dengan Half Vampire. Aku pasti akan sangat merindukan Reven nanti.  :')) Selamat membaca. @amouraxexa
***
Aku merasa tubuhku begitu ringan. Melayang diantara ketiadaan yang aneh. Sampai akhirnya aku bisa merasakan gravitasi, aku masih tidak yakin apa yang sebenarnya terjadi padaku. Cahaya-cahaya yang melingkupiku memudar. Digantikan sebentuk tempat yang kukenali dengan benar.

Remember Us - Yang Kembali

Aku mengerjap, mencoba mengetahui dimana sebenarnya aku berada. Tapi begitu aku membuka mataku, aku tahu bahwa aku tak akan pernah ingin menutupnya lagi. Bunga-bunga ungu yang hanya setinggi mata kakiku itu bergoyang-goyang tertiup angin dan mengelitiki kakiku yang telanjang. Gerakan serempaknya membuat bunga-bunga itu nampak menari dengan irama yang dilagukan angin. Hatiku terasa penuh. Hanya dengan berdiri di sini. Membiarkan angin yang sama menjamahiku. Menerbangkan helai-helai rambutku. Semua kenangan masa lalu tempat ini menyedotku dalam pusaran kebahagiaan yang tak berujung. Aku berbalik, dan di kejauhan, bisa kulihat kastil tua yang berdiri kokoh dan gagahnya dengan aura misterius yang kental. Kastil itu masih utuh. Masih persis sama seperti ketika aku mengingatnya, saat aku merangkak keluar dari salah satu jendelanya dan merusak rambatan sulur-sulur di salah satu sisinya. Saat aku mencoba kabur. Atau saat ketika aku berdiri di balkon lantai dua kastil itu. Semuanya masih sama.